Saturday, January 17, 2015

BINATANG KHAS INDONESIA


1. HARIMAU SUMATERA (Panthera tigris sumatrae)

    Harimau Sumatera adalah subspesies harimau yang habitat aslinya di pulau Sumatera, merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah. Harimau Sumatera mempunyai warna paling gelap di antara semua subspesies harimau lainnya. Harimau Sumatera jantan memiliki panjang rata-rata 250 cm dari kepala ke buntut  dengan berat sekitar 140 kg, sedangkan tinggi dari jantan dewasa dapat mencapai 60 cm. Betinanya rata-rata memiliki panjang 198 cm dan berat sekitar 91 kg. Warna kulit harimau Sumatera merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan. Terdapat selaput di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut lambat berenang. Harimau Sumatera hanya ditemukan di pulau Sumatera. Kucing besar ini mampu hidup di manapun, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. Hanya sekitar 400 ekor tinggal di cagar alam dan taman nasional, dan sisanya tersebar di daerah-daerah lain yang ditebang untuk pertanian, juga terdapat lebih kurang 250 ekor lagi yang dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia.

2. MENTILIN (Tarsius bancanus)

    Tarsius bancanus atau Mentilin mempunyai ciri-ciri dan perilaku seperti jenis-jenis tarsius lainnya. Panjang tubuhnya sekitar 12-15 cm dengan berat tubuh sekitar 128 gram (jantan) dan 117 gram (betina). Bulu tubuh Tarsius bancanus berwarna coklat kemerahan hingga abu-abu kecoklatan. Tarsius bancanus tersebar di beberapa pulau di Indonesia seperti pulau Kalimantan, Sumatera, dan pulau-pulau sekitar seperti Bangka, Belitung, dan Karimata, juga ada di Malaysia (Sabah dan Serawak) dan Brunei Darussalam.

3. ORANG UTAN

    Binatang yang satu ini dikenal berasal dari tanah borneo atau Kalimantan. Sebenarnya, bukan hanya di Kalimantan, ada pula orang utan yang berasal dari Sumatera. Orang utan yang berasal dari Sumatera mempunyai nama ilmiah Pongo abelii. Sementara orang utan dari tanah Borneo memiliki nama ilmiah Pongo pygmaeus.
Orang utan merupakan hewan yang banyak menghabiskan waktunya hidup di atas pohon atau arboreal. Mereka juga dikenal sebagai salah satu hewan yang memiliki tingkat intelejensi yang tinggi. Selain itu, orang utan bisa hidup hingga berusia 30 tahun, baik di penangkaran ataupun di alam liar.

4. ANOA

    Sejak tahun 1960-an, anoa berada dalam status terancam punah. Dalam lima tahun terakhir populasi anoa menurun secara drastis. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulit, tanduk dan dagingnya.
Ada dua spesies anoa, yaitu: Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis). Kedua jenis ini tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Kedua jenis ini dibedakan berdasarkan bentuk tanduk dan ukuran tubuh. Anoa dataran rendah relatif lebih kecil, serta memiliki tanduk melingkar. Sementara anoa pegunungan lebih besar, dan memiliki tanduk kasar dengan penampang segitiga. Berat tubuh mereka 150-300 kilogram dan tinggi 75 centimeter.